Showing posts with label histories. Show all posts
Showing posts with label histories. Show all posts

Terbentur, Terbentur, Terbentuk.

"Terbentur, Terbentur, Terbentuk" -Tan Malaka
Sebuah kalimat yang saya suka dari Tan Malaka. Kata tersebut bisa mewakili saya yang sekarang dan mungkin beberapa orang diluar sana.

Dokumentasi pssi.org
Dokumentasi pssi.org

Dokumentasi pribadi
Dokumentasi Pribadi

  Tahun 2014 silam, saya menjadi orang yang "beruntung" dari 32 orang yang terpilih setelah melalui tahap test tulis dan inteview di Kantor PSSI  (saat itu) di Pintu X SUGBK, Jakarta. PSSI Members Development Programme, niat yang baik dari PSSI untuk melakukan pengembangan dalam sepakbola dan mendapatkan database (Klub, Pemain, Wasit, Perangkat Pertandingan) di setiap provinsinya. 
  Sayang, program itu gagal ditengah jalan. Hanya sebagian orang yang diberangkatkan menuju provinsi di Indonesia untuk mendapatkan database tersebut.  
Force Majeure. Ya, Kemenpora dan pemerintah di tahun itu "membekukan" PSSI. 
Kontrak kerja yang telah disiapkan dan Harapan dari stakeholder sepakbola sirna begitu saja. Rupanya "beruntung" hanya mencapai training saja.
Entah bagaimana kelanjutan program ini, semoga selalu dijalan yang baik. 

  Tiga tahun berselang, PSSI menggelar kongres luar biasa di Hotel Aryaduta, Bandung.  
Saya dengan niat baik ingin bertemu JD untuk menanyakan perihal kontrak kerja yang sudah ditanda-tangani di atas materai. Lumayan euy kerja 2 minggu dapet akomodasi, dapet gaji UMR Karawang. 
Dokumentasi Pribadi
  Namun, niat baik tidak selamanya berjalan baik. Saya dilarang bertemu JD saat itu. Saya kurang beruntung untuk kesekian kalinya. Dan pulang tidak membawa kabar baik. 

  Tuhan memang punya rencana yang lebih baik. Tahun 2019 saya membuat akun media partner untuk event futsal yang bernama @nutmegfutsal . 
AFP Jawa Barat adalah event pertama saya untuk meliput saat itu. 
Kemudian beberapa event lain juga membuat @nutmegfutsal semakin berkembang dan dikenal banyak orang. 
Saya bertemu orang-orang hebat selama menjadi media partner
Banyak hal-hal baru dan pelajaran yang saya dapatkan. 
Saya berhasil masuk sistem olahraga yang saya suka waktu kecil. Walaupun tidak menjadi pemain, saya bangga bisa menjadi bagian di dalam futsal atau sepakbola. 
Saya dilantik dan dikukuhkan menjadi Manager Promosi dan Komunikasi Bidang Bisnis Development Asosiasi Futsal Provinsi Jawa Barat 2019-2023, di Hotel Horison, Bandung (11/1).

Dokumentasi AFP Jawa Barat

Dokumentasi AFP Jawa Barat

Dokumentasi AFP Jawa Barat

  Terimakasih atas semua doa dan dukungan kalian. Saya tidak bisa mencapai sekarang kalau tidak mengalami "terbentur".
Semoga kalian yang sedang "terbentur" bisa cepat "terbentuk"
Semoga apa yang diharapkan semua stakeholder Futsal bisa tercapai.
Semoga dengan niat yang baik dari saya bisa membawa Futsal Jawa Barat menjadi lebih baik (lagi). 
Aamiin.








Tim Futsal Harkos Hore, Usung Gaya Mutiara Hitam

Harkos Hore Allahu Akbar!!!…………

  Bagi kebanyakan orang, kalimat diatas mungkin terdengar cukup aneh. Meski begitu, motto yang sering diucapkan oleh tim futsal satu ini diakui mampu memberikan magic kepada para pemain saat bertanding. Juga tentunya menjadi keunikan tersendiri di lapangan.

  Tim Futsal Harkos Hore sejatinya diresmikan sejak setahun silam, tepatnya pada 9 Januari 2013. Ide awal berdirinya tim ini tercipta karena kesamaan hobi dan aktivitas futsal bersama yang sering dilakukan para anggotanya.

  Salah satu pencetus TFHH (red-Tim Futsal Harkos Hore), Hildan, mengungkapkan nama TFHH diambil karena kelucuan tingkah laku diantara para anggota. Kata “Harkos” diambil dari bahasa Sunda yang berarti ‘janji palsu’ atau ‘omong doang’.

  “Alasan memilih nama ‘Harkos Hore’ karena dulu kami sering berencana untuk bermain futsal, tapi harkos wae kebanyakan gak jadi,” ujar Hildan kepada Kru Tanjungsari Media, Kamis(17/7).
“Meski begitu kami tetap gembira, makanya kami tambahkan kata ‘Hore’, sehingga kami sepakat untuk menggunakan nama Tim Futsal Harkos Hore,” lanjut siswa kelas XII ini.

  Saat ini TFHH memiliki 9 pemain yang seluruh nya merupakan siswa dan alumni dari salah satu sekolah menengah atas di Tanjungsari. Meskipun masih tergolong baru, tim in cukup serius dalam membenahi manajemen tim. Penunjukkan seorang Manajer dan beberapa official tim menunjukkan keseriusan mereka dalam membentuk sebuah tim futsal yang profesional.

  Meski belum punya prestasi lebih, TFHH punya pengalaman bertanding yang cukup tinggi. Dalam kurun waku satu tahun saja, lebih dari 5 turnamen futsal yang sudah diikuti. Pencapaian terbaik pernah mereka raih saat menjadi 4 besar di ajang Open NAS Jaya Cup yang kemudian didaulat menjadi wakil di ajang open Oniba Cup. Sayang di ajang yang digelar di Cicalengka tersebut, penampilan mereka terhenti di babak 16 besar.

  Pilar Juara, Main Mirip Persipura
Gaya bermain passing pendek dan mengutamakan team work menjadi ciri permainan tim ini. Namun begitu, mereka enggan menyamakan style bermain dengan klub eropa. Dari segi permainan, Hildan menilai timnya cenderung mirip dengan tim ‘Mutiara Hitam’.
“Gaya bermain kami ya bisa dibilang mirip salah satu tim ISL, Persipura,” tutur Hildan.

  Yang menarik dari TFHH adalah semua pemainnya merupakan pilar dari Timnas SMAN Tanjungsari yang menjuarai Liga Pelajar Sumedang (LPS) 2014. Dengan kualitas pemain yang cukup mumpuni tak salah jika peluang untuk merebut berbagai gelar kejuaraaan terbuka lebar. Dalam waktu dekat, mereka akan menjajal turnamen terbuka di Tajimalela yang bertajuk ‘Ramadhan Fair Play’ pada 20-25 Juli ini.
  Perlu Dukungan

Di akhir perbincangan, TFHH menyampaikan harapannya terkait kegiatan olahraga di Tanjungsari. “Kami sih berharap pemerintah dan masyarakat ikut mendukung terhadap kegiatan remaja khususnya dalam bidang olahraga,” ujar Hildan.
Salah satu pemain, Rizky, menyatakan harapannya untuk kemajuan TFHH. “Kedepannya, semoga tim lebih solid dan menjuarai turnamen-turnamen yang akan diikuti,” pungkasnya.


Nama Klub : Tim Futsal Harkos Hore
Berdiri : 9 Januari 2013
Sekretariat : Griya Taman Lestari C3 No.29/089604182766
Susunan Official :
  • Manager : Mentari Fuzi
  • Official : Ilham Imanudin, Sarah Riayatul, Yeni Puspasari , Sindi Mayasari, Grace Irene
Susuna Pemain :
  • Rizky Maulana (Penjaga Gawang)
  • Mochamad Iqbal (Penjaga Gawang)
  • Ahmad Tresna (Pemain Belakang)
  • Hanhan Risnandar (Pemain Belakang)
  • Rizal Mustofa (Pemain Belakang)
  • Prasetya Anwari (Pemain Belakang)
  • David Ginnola (Pemain Belakang)
  • Eka Maulana A (Pemain Belakang)
  • Hildan Putra Dwika (Pemain Belakang)
  • Krisna Ali (Pemain Belakang)
  • Ghifari Ibnu Fadhilah (Pemain Belakang)
 Sumber : http://tanjungsarimedia.tk/blog/2014/07/23/tim-futsal-harkos-hore-usung-gaya-mutiara-hitam/

Emotional Quotien, Boomerang Bagi Pemain Bola?


Kembali ke Stadion dengan kapasitas 1.000 orang. Kick off babak kedua sudah dimulai. FIB bermain  10 orang melawan Juara bertahan tahun lalu, Fikom. Chants penonton semakin terdengar di Final Forsi 2015. FIB mulai digempur dan Fikom mulai menguasai ball possession.
No punggung (10) mencoba akselerasi di pertahanan kanan FIB. Dan Prriiiiiiitttt .. wasit menunjuk titik penalti. Fikom mendapatkan hadiah penalti setelah tertinggal 1-0 di babak pertama.
Supporter Fikom berdiri sejenak dari tempat duduknya. Setidaknya, mereka bisa menarik nafas panjang setelah mempunyai kesempatan untuk menyamakan kedudukan. 
Dengan egois dan emosional tinggi, saya mengambil kembali si kulit bundar menuju 12pas, dan siap untuk mengeksekusi penalti.

 “Urang percaya ka maneh dan, sok tendang penalti” salah satu pemain Fikom yang juga ingin menendang penalti.
 Dengan ditopang dua beban, bola disimpan dititik putih, tepat 12 meter dihadapan kiper. Taklupa, style Neymar Jr menendang penalti dilakukan. Target topscore (Selisih satu goal dengan kompetitor sebelumnya), kepercayaan kapten, tim dan supporter saya bebankan pada pundak dan kaki kanan saya (dengan engkel yang belum fit).

  Peluit dibunyikan. Hati bermaksud mengarahkan bola ke kanan gawang, namun kaki menolaknya. dan melakukan shooting  keras. Prriiiiiiitttt .. 
bukan peluit tanda masuk yang dibunyikan. Namun peluit tanda bola melambung diatas gawang lawan. Goalkick untuk FIB.

 Fikom harus kembali memacu detak jantungnya setelah kesempatan menyamakan kedudukan gagal. Skor tetap 1-0 untuk keunggulan FIB. No 10 tertunduk lesu setelah eksekusinya gagal. Rekan tim-nya memberikan motivasi, berharap masih ada 15menit terakhir untuk mendapatkan penalti selanjutnya.

 Setelah penalti gagal, Fikom mengurung setengah lapang permainan. Beberapa kali kemelut terjadi di depan gawang FIB. Heading sang kapten mengenai mistar gawang, salah satunya. Dan...
Prriiiiiiitttt Prriiiiiiitttt .. Prriiiiiiitttt .. peluit panjang dibunyikan.
Semua pemain lawan berhamburan ke lapangan. Kecuali saya. 
Saya tergeletak. Tertunduk lesu. Menyesal. Dan sempat menangis untuk ketiga kalinya, setelah insiden kartu merah dan cedera engkel di pertandingan sebelumnya.
 Mental benar-benar diuji saat itu. Tendangan Penalti yang seharusnya membalikan keadaan, gagal. Rekan yang lain menghampiri, dan kembali memberi motivasi yang lebih.


 Memang. Momen ini tak akan terlupakan begitu saja. 
Saya sudah mengecewakan pendukung dan yang terlibat di Tim Kuning-Hijau itu.
Hal ini juga dirasakan oleh ujung tombak Persib Bandung, Spasojevic. Spaso gagal mengeksekusi penalti ke gawang Persiba Balikpapan dalam laga Piala Presiden 2015. 
Lebih jauh lagi, disana ada alien yang juga pernah merasakan gagalnya tendangan penalti. Ya, Lionel Messi. Messi telah gagal menjadi eksekutor penalti sebanyak 14 kali dari 63 kali dia menjadi algojo penalti.

 Di sepakbola, kita juga tetap membutuhkan Emotional Quotient (EQ), EQ adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, kemudian mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap permainannya di lapangan.

Catatan goal saya di Sepakbola FORSI 2015
TANGGAL
VS
SKOR
NYEKOR
16 SEPTEMBER 2015
FIKOM vs FTG
3 vs 0
-
21 SEPTEMBER 2015
FIKOM vs FMIPA
0 vs 1
*
28 SEPTEMBER 2015
FIKOM vs Farmasi
4 vs 0
3
2 OKTOBER 2015
FIKOM vs Fisip
2 vs 0
1
5 OKTOBER 2015
FIKOM vs Faperta
1 vs 0
*
8 OKTOBER 2015
FIKOM vs D3 Fisip
4 vs 1
2
12 OKTOBER 2015
FIKOM vs FIB
0 vs 1
-
*Tidak ikut bermain

“Kalah itu memang sakit. Tapi, tidak bangkit dari kekalahan lebih dari sakit” –Naufal, Kapten FIKOM dan USBU

“Ego itu jangan dihilangkan. Itu karaktermu, dan” – Prasetya Anwary, Kapten Tim PS Beltim yang juga satu tim di @TFHHoree

Fikom Football

FIKOM SATU! FIKOM! FIKOM! FIKOM!
Fikom so good and so kind to me
Like all the rest of the family 
I never forget my fikom
Fikom...Fikom...Fikom
 Jargon tadi dan Fikom Song menjadi penyemangat para pemain sebelum football fikom bertanding di Forsi Unpad (Festival Olahraga dan Seni Universitas Padjadjaran) 2014. Tahun ini bisa dibilang menjadi tahun dan maba beruntung bagi saya. Di tahun ini, alhamdulillah saya berhasil double winner bersama Universitas dan Fakultas di Todung UI Cup 2014 dan Sepakbola Forsi 2014. Berbekal pengalaman 10 tahun dengan berlatih dan bertanding, rupanya membuat saya tampil 'pede' di lapangan dan berfikir kembali bahwa materi (dribling, passing, moving dsb.) yang diberikan pelatih sangat berguna.
 Hampir vakum 6bulan karena jadwal UTS-UAS-UN-Seleksi PTN, membuat sentuhan dengan bola berkurang. Saya juga manusia yang punya salah, 10 tahun itu belum cukup membuat saya menjadi pemain yang diharapkan oleh para pelatih.. Satu bulan setelah dikabarkan diterima di Unpad, saya mengawali latihan kembali bersama USBU (Unit Sepakbola Universitas Padjadjaran). Sebelumnya, saya mendapat wejangan dari Pak Abidin Windarjat bahwa "Geus kuliah mah nyalse..sokweh nyari kesibukan diluar, tapi nu bermanfaat". Dan UKM ini menjadi pilihan saya.Awalnya untuk menambah kesibukan saja, tetapi waktu berkata lain...saya sempat meninggalkan kuliah selama 2 minggu bersama USBU. Berkat latihan perdana di USBU dengan respon welcome juga, saya diminta oleh senior (Bang Naufal Rasyidi) untuk mengeluarkan kemampuan dan bakat saya di Fakultas Ilmu Komunikasi pada Sepakbola Forsi 2014. Saya berterimakasih juga kepada Bang Naufal yang telah mengenalkan saya kepada Rusydian Dzulfiqor (A Abo) sekaligus sebagai teman kakak saya yang sudah lulus.  Oleh beliau, saya dipercaya sebagai striker tunggal dengan formasi 4-2-3-1.
 Tapi saya masih bertanya-tanya, apakah saya dipercaya karena kemampuan dan bakat saya atau karena kedekatan A Abo dengan kakak saya???

Dan inilah perjalanan saya dan football fikom menuju final forsi 2014 :

TANGGAL
VS
SKOR
NYEKOR
9 SEPTEMBER 2014
FIKOM vs Fisip
2 vs 0
1
15 SEPTEMBER 2014
FIKOM vs D3 Fisip
2 vs 1
1
20 SEPTEMBER 2014
FIKOM vs FPIK
0 vs 1
-
6 OKTOBER 2014
FIKOM vs PAAP
1 vs 0
-
8 OKTOBER 2014
FIKOM vs FIB
0 vs 0
(5 vs 4)
*
13 OKTOBER 2014
FIKOM vs D3 Fisip
1 vs 0
-
*Tidak bertanding


Kertas Buram Berwarnaaaaaa...

Warna Dibalik Kertas Buram. Karena dibalik warna banyak ceritaaaaaaaaaaa.....


   Tahun ini (2014) Pengcab Kab. Bandung menggunakan sistim grup. Terbagi dalam 3 grup dengan 1 grup terdiri 11 tim membuat semua tim harus berjibaku untuk menjadi Juara Grup dan Runner Up terbaik agar lolos ke babak selanjutnya.

  KU-17 yang seharusnya didominasi oleh kelahiran '95-'96 itu menjadi boomerang bagi semua tim. Dimana tim harus menghilangkan pemain kelahiran '95 kemudian menggantinya dengan tahun '97/'98. Peraturan lainnya yang mengharuskan saya sering menikmati bangku cadangan adalah dimana harus 4 orang berkelahiran '96 yang bermain di lapangan dan 3orang di bench.

   Saya yang bermain di PSAD Junior tahun lalu yang kemudian berpindah haluan menuju PR Group (Pikiran Rakyat Group) karena beberapa hal. Di PR Group saya jadi mengerti apa arti kekompakan, kepercayaan dan jam terbang.
1). Kekompakan berawal dari latihan demi latihan dengan semua pemain yang hadir saat itu,

2). Kepercayaan bisa datang jika kita diberi tugas untuk menjawab kepercayaan itu dilapangan,

3). Jam terbang bisa kita dapatkan setelah diberi kepercayaan di setiap pertandingan demi pertandingan.

   2 kali 'gregetan' di bench, saya baru dipercaya di pertandingan ke-3 melawan Sidolig, kala itu PR Group kalah 1-3. 45menit x 2 belum cukup buat saya untuk menjawab kepercayaan dari pelatih. Entah karena faktor apa saya bermain saat itu, yang jelas saya sudah mengeluarkan kemampuan saya. Saya yang lebih fokus ke pertandingan saat itu tidak mengetahui bahwa salah satu fotografer dari Pikiran Rakyat (sponsor PR Group + bekerja sama dengan SMAN Tanjungsari) di Lapangan Lodaya tertarik untuk memuat saya di media cetaknya.

Pemain PR Group Hildan (kanan) mengejar bola dibayang-bayangi pemain Sidolig Abdul Hakim, pada kompetisi intern PSSI Kota Bandung KU-17, di Lapangan Lodaya, Kab. Bandung, Senin (6/1/2014). PR Group dikalahkan Sidolig 1-3.

   Saya masih bingung kenapa fotografer itu tahu jika saya belum pernah masuk di media manapun, mungkin dalam benak saya fotografer itu bercanda dan kehabisan bahan untuk berita menarik apa yang harus dimuat. Keesokannya, berkat candaan di media cetaknya, saya speechless beberapa menit. Kejadian itu berawal dari teman saya (Dede Hidayat), yang memberitahukan kalo saya yang lain ada di media cetak Pikiran Rakyat. Teman saya yang sering bercanda dan jail itu membuat saya berfikir kembali " ah...mungkin dia bikin april mob lagi". Tapi setelah dia memberikan bacaan tersebut, saya percaya kalo april mob belum dimulai. Candaan yang berawal dari pelatih-fotografer-teman saya itu membuat saya merasakan "Gimana sih jadi trending topik di sekolah?" dan "Bagaimana sih dipuja-puja sementara?"

 Warna kertas buram kedua adalah ketika SIMPANSE menjuarai STIA CUP di Sumedang. Untuk lebih lengkapnya silahkan membaca di http://hildanputradwika.blogspot.com/2014/04/we-are-simpanse.html


Berkat semua itu saya jadi termotivasi kalo Hari Esok Akan Lebih Baik. Berkat koran itu juga saya bisa sedikit bahagiain kedua orangtua saya. Alhamdulillah...


believe it or not II

  kejadian yang mengejutkan disaat olahraga, salah satu teman saya ngasih tawaran siapa saja yang  bisa masukin bola dengan ditendang dan masuk ke ring basket dialah yang mendapatkan goceng (Rp.5000). karena semangat saya pun mencoba tawaran itu :) tak lama berselang saya mencoba menendang bola futsal (ditengah lapangan basket) untuk memasukan ke ring basket... dengan jarak sejauh itu saya mencoba menendang dengan percaya diri, entah karena kebetulan atau apalah bola itu kemudian masuk ke ring basket. Teman-teman saya tidak percaya dengan tendangan saya #kemudianhening tapi yang penting mah saya dapat goceng #skakster
  namun sampai saat ini, teman yang ngajak gocengan tadi belum bayar euy haha (teu boga duit jiganamah).
pa pepen sekaligus guru olahraga yang melihat kejadian itu juga tidak percaya, tendangan saya masuk ke ring basket haha beliau malah menawarkan jika memasukan bola ke ring basket sekali lagi saya akan dikasih teh botol hahaha #kemudiantertawa tapi da saya mah mbung ah, takut masuk lagi
semuanya yang berada di TKP tidak percaya juga. katanya itu faktor keberuntungan zz
tapi mau beruntung atau engga yang penting mah berhasil ~